Kenali Gejala Diabetes Melitus Sejak Dini

Diabetes merupakan suatu penyakit yang banyak menyerang orang dewasa, biasanya di usia 45 tahun ke atas, meskipun ada juga yang menderita diabetes di bawah umur tersebut. Diabetes alias Diabetes Melitus, biasa disingkat DM dikenal masyarakat Indonesia sebagai penyakit kencing manis.

Penyebab penyakit diabetes ini selain berkurangnya produksi insulin, juga bisa disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (insulin resistance). Pemeriksaan terhadap penyakit diabetes dengan melakukan pengecekan terhadap kadar gula darah di dalam tubuh.

kenali-gejala-diabetes-melitus-sejak-dini.jpg

Beberapa gejala diabetes yang umum diantaranya adalah sering kencing di malam hari, sering haus, sering lapar, bahkan pada kasus diabetes yang tidak diobati, bisa menyebabkan hilangnya berat badan penderita diabetes. Gejala-gejala ini dapat berkembang sangat cepat pada diabetes type 1, sementara diabetes type 2 biasanya berkembang jauh lebih lambat dan mungkin tanpa gejala sama sekali atau tidak jelas.

Bebarapa tanda lainnya dan gejala-gejalanya dapat menunjukkan adanya diabetes, meskipun hal ini tidak spesifik untuk diabetes. Diantaranya adalah pandangan yang kabur, sakit kepala, fatigue, penyembuhan luka yang lambat, dan gatal-gatal.

Diabetes melitus dibagi menjadi 3 tipe. Diabetes melitus tipe 1 atau biasa juga disebut diabetes anak-anak adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes melitus tipe 1 ini bisa diderita oelh anak-anak maupun orang dewasa.

Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes melitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen. Diabetes melitus tipe 2 dapat dicegah atau diperlambat munculnya dengan mengembangkan Pola Hidup Sehat, seperti.

  • Pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Olahraga 3 kali seminggu, masing-masing setidaknya 20 menit
  • Jaga berat badan ideal
  • Menghindari rokok
  • Mengurangi asupan alkohol

Diabetes melitus tipe 3 atau dikenal juga sebagai diabetes melitus gestasional yang hanya terjadi selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan. Diabetes melitus pada kehamilan terjadi sekitar 2% s.d. 5% dari semua kehamilan. Diabetes melitus tipe 3 bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. Diabetes melitus tipe 3 dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.

Meskipun diabetes melitus tipe 3 bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Risiko yang dapat dialami bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/di atas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem syaraf pusat, dan cacat otot rangka.

Mulailah dari sekarang melakukan pola hidup sehat dan mulai mengurangi konsumsi gula berlebih, baik pada minuman maupun pada makanan kita untuk menghindari/mengurangi resiko terkena penyakit diabetes melitus ini.